Menyusuri Jejak Kawasan Kota Tua Bogor

(Foto:Dok.Bogor24.id)


BOGOR, Bogor24.id –
Meskipun tidak sebanyak daerah lainnya yang memiliki potensi lebih besar, namun Kota Bogor juga mempunyai kawasan kota tua yang seru untuk dijelajahi. Apalagi areanya yang tidak begitu luas, sehingga tidak akan terlalu menguras tenaga ketika mengeksplornya.

Lantaran sudah memasuki akhir pekan, rasanya sangat cocok bila liburan kali ini dengan mengunjunginya untuk sekadar melihat lebih dekat bangunan-bangunan tua tersebut untuk dijadikan latar belakang foto atau menjadi area hunting bagi Anda penggemar fotografi.

Ya, kota tua ini berlokasi di salah satu pusat bisnis Kota Bogor. Yakni kawasan pecinan di Jalan Suryakancana, Bogor Tengah, Kota Bogor.

Jangan heran bagi Anda yang berasal dari luar kota bila tidak akan langsung melihat bangunan-bangunan jadul dengan arsitektur yang khas pada zamannya. Sebab, akses utamanya yang berada tepat di seberang pintu masuk utama Kebun Raya Bogor itu belumlah mencerminkan layaknya kota tua. Itu karena bagian tersebut dipenuhi deretan ruko-ruko berbagai toko hingga pusat perbelanjaan.

Akses menuju kawasan kota tua itu kini ditandai dengan adanya Lawang Suryakancana yang kental dengan nuansa tionghoa berikut warna merah sebagai ciri khasnya. Gapura tersebut baru saja dibangun beberapa tahun silam oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan bantuan dari pemerintah pusat.

Nuansa masa lalu baru akan ditemui setelah menyusurinya dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan sekitar 500 meter dari Lawang Suryakancana yang berada di samping kiri Klenteng Hok Tek Bio, yang juga masuk ke dalam Benda Cagar Budaya (BCB).

Kebanyakan BCB yang bisa dilihat berupa rumah-rumah dengan desain dan arsitektur lawas namun dengan tampilan fisik yang masih terlihat cukup terawat. Umumnya bercorak kalem dengan laburan warna cat seperti abu-abu.

Jika ingin menyusurinya, ada baiknya bila Anda menggunakan topi atau penutup kepala lainnya untuk menghindari terik matahari. Berhubung saat ini masih di musim hujan, maka perlu dipersiapkan juga payung atau mantel hujan.

Waktu terbaik untuk mengunjunginya adalah saat pagi hari atau malam hari. Jika pagi, baiknya tidak lewat pukul 09.00 WIB. Sementara bila memang ingin malam hari, selepas pukul 19.00-21.00 WIB. Bila malam, kawasan ini akan jauh lebih menarik untuk dipotret lantaran akan lebih semarak dengan pancaran warna-warni lampu yang ada di titik-titik sepanjang pedestriannya plus ornamen tambahan berupa bangku-bangku cantik.

Penulis : Aysha Salsabila
Editor : Donni Andriawan S.

Related posts

Leave a Comment