Menjanjikannya Bisnis Akomodasi di Kota Bogor

Ilustrasi penginapan/Foto:Istimewa

Bogor24.id –
Tingginya jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Bogor semakin menguatkan daerah ini sebagai destinasi tujuan wisata, baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman).

Sebagai contoh mudahnya bisa dilihat saat llibur akhir pekan. Ribuan kendaraan roda empat dan roda dua akan memadati ruas-ruas jalan, kemacetan akan terlihat di sejumlah titik-titik pusat keramaian seperti destinasi wisata dan lokasi kuliner.

Meskipun kebanyakan wisatawan yang datang merupakan pelancong lokal masih dari sekitar kawasan Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bandung, tapi tidak sedikit juga mereka yang berasal dari luar kota atau luar daerah.

Khusus untuk wisatawan yang datang dari luar kota, setidaknya mereka menghabiskan waktunya minimal selama dua hari. Oleh karena itu, dipastikan mereka membutuhkan akomodasi yang nyaman, tarif yang kompetitif, dan tentunya aman.

Maka, di saat peak season ketersediaan kamar yang ada di Kota Bogor terkadang hingga sold out. Ini terutama kamar-kamar yang dijual oleh hotel-hotel berbintang. Untuk itu tidak sedikit pelancong yang mencari alternatif penginapan seperti guest house, hostel, wisma dan sejenisnya.

Karena, para tamu yang mencari hotel budget ini tidak hanya dari kalangan keluarga atau grup. Tapi, termasuk juga para backpacker dan wisatawan milenial yang memang ingin menghemat pengeluarannya saat melakukan perjalanan wisata.

Alhasil kini di Kota Bogor pun mulai berkembang layanan akomodasi setingkat hotel budget bahkan ada yang lebih murah lagi secara harga. Para pemilik properti penginapan ini jeli melihat peluang pasar yang besar itu. Mereka pun menyulap properti pribadinya seperti rumah untuk kemudian disewakan kepada para wisatawan.

Kendati tidak memiliki background di bidang perhotelan atau bisnis, tapi sekarang dengan kemudahan di era digitalisasi saat ini memudahkan mereka dalam memasarkan produk akomodasinya. Entah itu berjualan melalui media sosial sampai bergabung atau mendaftatkan diri di platform digital macam Online Travel Agent (OTA).

Cukup mendaftarkan diri secara online, verifikasi data dan lokasi, dalam waktu yang tidak lama akomodasi yang mereka miliki pun siap dijual. Jika sudah begitu, para pemiliknya tinggal menunggu para tamu datang dan menginap. Rupiah demi rupiah pun terkumpul dalam jumlah yang tidak sedikit.

Keuntungan berbisnis di bidang akomodasi ini pun diakui Yasna, pemilik penginapan di kawasan Bogor Selatan. Hanya bermodalkan dua kamar di rumahnya yang selama ini tidak dipakai, sejak awal tahun ini ia mulai menjalani usahanya barunya itu.

Dengan bergabung di salah satu OTA, keduanya kamarnya itu selalu terisi terutama saat akhir pekan dan peak season. Apalagi dengan rate yang hanya dipatok tidak lebih dari Rp 200.000 per malamnya plus sarapan untuk dua orang, rasanya sangat kompetitif. Maka tidak heran bila banyak pejalan kerap menginap di tempatnya.

“Alhamdulillah meski cuma ada di kampung dan punya dua kamar, tapi berkat daftar dan gabung di OTA ini penginapan saya jadi sering terisi. Mungkin karena tarifnya juga nggak mahal, jadi banyak yang tertarik,” ungkap Yasna.

Sementara untuk memanjakan para tamunya, ia melengkapi kamarnya itu dengan televisi layar datar, toilet berikut alat mandi, kipas angin dan air mineral. “Kebetulan saya masih ada sisa halaman di depan, jadi tamu juga bisa duduk-duduk santai sambil ngobrol atau menikmati suasana,” tuturnya.

Penulis : Devina Putri
Editor : Donni Andriawan S.

Related posts

Leave a Comment