Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Pemkot Bogor Awasi Sejumlah Klaster

(Foto:Prokompim Setda Kota Bogor)

BOGOR KOTA, Bogor24.id – Hingga Kamis (26/3/2020) siang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mencatat ada sebanyak 567 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan 31 orang di antaranya selesai dan 536 lainnya dengan status masih dalam pemantauan.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dalam video conference di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Pajajaran, Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis (26/3/2020), menginformasikan pula bahwa Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kini jumlahnya mencapai 33 orang dengan rincian enam di antaranya sudah dinyatakan selesai (sehat), masih dalam pengawasan rumah sakit berjumlah 22 orang dan sebanyak lima orang meninggal dunia.

“Saat ini ada lima orang yang meninggal dunia. Tapi orang orang tersebut merupakan PDP dan saat ini masih menunggu hasil laboratorium swab dari Litbangkes Kementerian Kesehatan RI,” kata Dedie.

Kemudian ia menyebutkan, orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 masih berjumlah tujuh orang. Sementara yang masih dalam pengawasan rumah sakit enam orang dan satu orang meninggal dunia.

Dedie menegaskan, tidak menginginkan ada data yang ditutup-tutupi dan justru menginginkan agar semuanya terbuka. Namun saat ini diperlukan kecepatan penanganan. Apalagi ODP datanya terus bertambah secara drastis.

Dia pun menjelaskan, Pemkot Bogor telah membagi beberapa klaster seperti Klaster Sempur, Klaster Babakan Madang dan Klaster BNR. Sementara yang positif Covid-19 di Kota Bogor ada di Klaster BNR dan Klaster Turki.

“Ada kabar baru klaster Sempur ada enam orang dan semuanya dinyatakan negatif. Klaster Sentul dua orang dinyatakan negatif, Klaster Katulampa 12 orang dinyatakan negatif. Ini data sementara dan masih menunggu hasil ODP yang lain, dan terakhir hari ini (Kamis, 26/3/2020) ada 16 orang dari HIPMI yang di rapid test semuanya negatif. Jadi, ada beberapa yang belum keluar hasil tesnya,” ungkap Dedie. (*)

Penulis: Yudi Effriadi
Editor: Donni Andriawan S.

Related posts

Leave a Comment